Senin, 01 Juli 2013

Jelang Pilwakot, Balon Sibuk Perang Baliho



Madiun-Jelang Pemilihan Walikota (Pilwakot) Madiun 29 Agustus mendatang, para bakal calon (balon) walikota dan wakil walikota bukan memberikan pendidikan politik yang benar, tapi justru sibuk  ‘perang’ baliho. Ironisnya, pemasangan alat peraga itu tak pernah ditindak sesuai aturan.
Pantauan dilapangan, baliho-baliho besar bergambar balon yang pamer muka terpampang  di sejumlah sudut jalan dan gang. Diantaranya, pasangan balon Parji-Indah Raya (Pari), dan pasangan incumben Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (Baris Jilid II), memasang spanduk full color hampir disetiap sudut kota. Kandidat Zainudin Iskan-Kus Hendrawan (Awan 19) dari jalur independen juga ikut-ikutan memasang baliho ukuran besar.
Hal serupa dilakukan balon pasangan Mochid Soetono-Karni (Murni), dan pasangan Arif Purwanto-Hari Sutji Kusumedi (AH) serta Sutopo- Anie Carera (Top-Care).
Beraneka pesan ditulis di baliho, diantaranya  ”Lembah Manah & Mboten Ngapusi”, “Meneruskan Untuk Kota Madiun Lebih Baik Lagi. Bersama Masyarakat Kita Bisa”, “Kerjaku, Kerjamu, Kerja Kita Semua”, “Jujur dan Santun”, “Kanthi Tulusing Budhi, Siap Mimpin Kutho Madiun”, “Ngajeni Lan Ngayomi, Jujur Ora Korupsi”.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Madiun Agung Harijadi mengaku, pihaknya belum bisa berbuat banyak dengan pemasangan alat peraga kandidat. Sebab, hingga kini belum ada penetapan pasangan calon. “Kalau belum ada penetapan pasangan calon itu belum bisa dikatakan pelanggaran.  Nanti kalau sudah ada penetapan, barulah Panwaslu bisa bertindak. Jadi, menunggu penetapan KPU dulu,” ujarnya,
Meski demikian, katanya, Panwas sudah melakukan pendataan tempat maupun lokasi-lokasi alat peraga. Sehingga, pasca dilakukan penetapan pada 14 dan 15 Juli nanti, pihaknya sudah bisa melakukan tindakan. “Kita sudah mendata semuanya. Data ini baru masuk dari Panwascam, mungkin dalam waktu dekat akan dikirim ke Panwas. Karena, belum semua kelurahan memberikan data,” ujarnya.***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar